Berpikir Lagi tentang Tujuan Bernegara

Keadaan dalam satu dekade terakhir, memantik tanda tanya, jangan-jangan ada yang salah dari tujuan bernegara kita. Khususnya dalam praktik. Soalnya dalam dokumen bernegara, posisi tujuan bernegara sudah disebut dengan baik. Pasalnya, dalam beberapa kasus belakangan, …

Keadaan dalam satu dekade terakhir, memantik tanda tanya, jangan-jangan ada yang salah dari tujuan bernegara kita. Khususnya dalam praktik. Soalnya dalam dokumen bernegara, posisi tujuan bernegara sudah disebut dengan baik. Pasalnya, dalam beberapa kasus belakangan, penghancuran tujuan-tujuan negara justru dilakukan oleh mereka yang punya kuasa. Mereka abaikan apa yang menjadi konsep negara hukum ini. Ketika ada kepentingan kelompok dan partai, justru apa yang hakiki dari bernegara ditinggalkan begitu saja.

Ada satu pertanyaan akademis yang sangat penting, dan selalu harus dijawab, yakni soal tentang tujuan orang-orang bernegara. Bagaimana negara itu bisa muncul dalam rangka menyelamatkan kepentingan bersama. Apa yang disebut sebagai kepentingan bangsa dan negara. Bukan kepentingan orang perorang, apalagi kelompok primordial bahkan partai politik yang menaungi seseorang. Jangan ngomong Pancasila jika kepentingan-kepentingan sempit itu masih belum bisa ditinggalkan. Atau, jika orang-orang dalam negara ini tidak lagi berkiblat pada apa yang sudah dirumuskan para pendiri bangsa.

Pertanyaan soal tujuan orang-orang bernegara, kadang kala tidak mampu dijawab semua orang. Sebagian orang tidak mampu menjawab karena menganggap pertanyaan ini justru tidak kontekstual. Apalagi generasi yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terlahir sudah menjadi warga negara tertentu. Akan tetapi bukankah para pelaku pengrusak terhadap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, justru tidak disebabkan oleh mereka yang muda-muda? Atau setidaknya, jika mereka masih muda, berada di bawah naungan para golongan –yang disebut senior dalam berbangsa. Kondisi ini tentu saja harus diluruskan. Orang-orang baik, seyogianya sudah muncul di barisan depan. Orang baik sudah tidak boleh berdiam diri dengan kenyamanannya. Memperbaiki kualitas berbangsa dan bernegara juga butuh perjuangan yang tidak mudah.

Seharusnya kita bisa lebih kritis. Mempertanyakan mengenai kita bernegara, pada dasarnya untuk memastikan bahwa hubungan negara dan warganya berlangsung selaras dan dalam suasana yang saling membutuhkan. Konstitusi sudah memastikan ada sejumlah hak dan kewajiban bagi semua warga. Maka siapa pun harus memastikan hal itu terwujud. Jangan main telikung hanya gara-gara ingin menyukseskan program kelompok dan partainya. Kita hidup pada koridor kepentingan berbangsa dan bernegara lebih utama dari kepentingan kelompok dan partai atau golongan.

Saya kira sangat penting kita menoleh kembali ke konstitusi kita. Di sana secara kongkret disebutkan narasi untuk memastikan apa yang seharusnya dicapai oleh negara pada akhirnya. Bahkan pada alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, tujuan besar bagi Negara Indonesia disebutkan secara tegas sebagai cita bersama yang akan dicapai. Siapa pun tidak boleh pada tujuan ini. Tujuan yang dirumuskan setelah para pejuang dengan berdarah-darah memperjuangan kemerdekaan kita.

Leave a Comment